Sejarah Suku Tengger berdasarkan temuan prasasti

Sejarah Suku Tengger yang menyatakan bahwa Suku Tengger berasal dari jaman Kerajaan Majapahit ternyata masih menjadi perdebatan, karena akhir-akhir ini telah ditemukan sebuah prasasti di wilayah Tengger oleh seorang petani, tepatnya di Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.

Sejarah Suku Tengger

Prasasti tersebut ditemukan di sebelah Danyang (Punden) Desa Sapikerep yang berupa daun lontar yang bertuliskan Bahasa Sansekerta. Dalam tulisan tersebut berhasil diterjemahkan oleh seorang penerjemah bahasa Sansekerta, dan isi prasasti itu kurang lebih menyatakan bahwa nenek moyang Suku Tengger diberi daerah/wilayah oleh Raja Kertanegara dari kerajaan Singhasari dengan bebas pajak atau bebas membayar upeti kepada raja.

Suku Tengger menurut prasasti berasal dari golongan brahmana, dan disebut sebagai kaum sesembahan yang artinya kaum yang mendoakan. Sehingga diberi wilayah khusus oleh Raja Kertanegara pada waktu itu yang disebut Wilayah Tengger, dengan satu permintaan yaitu mendoakan raja dan kerajaan Singhasari.

Menurut Prasasti tersebut, terdapat 16 buah daun lontar yang bertuliskan bahasa Sansekerta tapi baru ditemukan 8 lontar. Dan semuanya telah disimpan oleh badan negara yang mengurusi benda purbakala. Dari prasasti tersebut terkuak bahwa Sejarah Suku Tengger bukan berasal dari Kerajaan Majapahit, tetapi sudah ada sejak jaman Singhasari pada masa Raja Kertanegara.

Menurut sejarah Raja Kertanegara adalah raja Singhasari yang terakhir, sebelum kemudian berdiri Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya yang merupakan anak dari sepupu Raja kertanegara. Jadi kalau menurut sejarah Suku Tengger di atas, maka Suku Tengger berasal dari moyang yang penuh dengan kedamaian, cinta kasih dan sangat dihormati karena kemampuan spiritualnya.