Perjalanan ke Pura Luhur Poten Bromo bersama pengunjung dari Denpasar Bali

Pura Luhur Poten Bromo

Pagi itu suasana sangat cerah walaupun sudah musim hujan, kami tiba di Pura Luhur Poten Bromo sekitar pukul 7 pagi waktu setempat, setelah sebelumnya kami melakukan perjalanan ke Penanjakan untuk melihat sunrise. Rombongan kami dengan mengendarai 5 hartop bersama wisatawan dari Den Pasar Bali, saya sendiri adalah pengemudi dari hardtop warna putih.

Gerbang masuk Pura Poten Bromo

Pemandangan disekitar Pura Luhur Poten Bromo

Tampak pemandangan Pura Poten Bromo dengan latar belakang Gunung Batok yang masih agak berkabut, pemandangan ini sangat memukau bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Gunung Bromo. Letak Pura Poten ada disebelah utara Gunung Bromo dan disebelah timur Gunung Batok, saat suasana masih lengang terasa sekali nuansa tempat ibadah yang berbaur dengan panorama alam yang menakjubkan.

Pura Poten Bromo dengan latar belakang Gunung Batok

Teman-teman dari Bali sudah masuk ke dalam pura untuk melakukan persiapan sebelum sembahyang, saya menyusul masuk tapi dengan tujuan hanya mengambil foto-foto dan menikmati suasana khidmat di dalam pura. Pura Luhur Poten Bromo terbagi menjadi 3 bagian yaitu; tempat pemujaan terletak di bagian paling depan atau sebelah barat, tempat persiapan terletak disebelah timur, dan tempat peralihan dari luar ke dalam pura terletak disebelah utara. Saya tidak berani masuk ketempat pemujaan karena tempat itu khusus untuk umat agama hindu yang mau sembahyang, saya hanya bisa sampai ke tempat persiapan untuk mengambil foto, tapi dari situ sudah puas menikmati suasana pura.

Arsitek Pura Luhur Poten Bromo

Gaya arsitek Pura Poten Bromo masih kental dengan gaya bangunan dari Bali, walaupun ada beberapa gaya bangunan dari Jawa. Setiap pintu masuk terdapat candi bentar yang tinggi, selain dipintu masuk juga terdapat candi dibeberapa tempat. Selain candi bentar juga terdapat patung-patung dengan berbagai model, yang terdapat samping tangga masuk pura dan di dalam pura.

Arsitek Pura Poten Bromo

Suasana sekitar Pura Poten Bromo

Saat membawa rombongan yang berniat sembahyang di Pura Poten Bromo, maka hardtop/jeep yang membawa rombongan boleh langsung parkir di depan pura. Sedangkan wisatawan yang hanya bertujuan ke Gunung Bromo maka parkir jeep berjarak sekitar 1,8 km dari tangga Gunung Bromo, dan tidak boleh mendekat lagi.

Pemandangan Bromo dari dalam Pura Luhur Poten

Setelah orang-orang atau wisatawan yang berdatangan untuk sembahyang sudah banyak, maka di depan pura sudah mulai ramai dengan para pedagang yang berjualan, mulai dari souvenir dan makanan. Bahkan para penyedia jasa naik kuda juga berkumpul di depan pura. Biasanya pura ramai pengunjung dari Bali pada hari sabtu dan minggu. Selain dari Bali juga banyak pengunjung yang beragama hindu dari berbagai tempat di Indonesia yang sengaja berkunjung ke Bromo untuk sembahyang.

Suasana didepan Pura Poten Bromo

Setelah selesai sembahyang biasanya dilanjutkan untuk melihat kawah Bromo, atau menuju Goa Widodaren atau lebih dikenal oleh orang Bali sebagai ‘air suci’, karena disitu terdapat sumber mata air dan tempat pemujaan. Tetapi saat itu teman-teman dari Bali lebih memilih untuk naik kuda untuk melihat kawah Gunung Bromo, dan melanjutkan perjalanan menuju Savanna dan Bukit Teletubbies.